Bulu tangkis memiliki akar sejarah yang panjang dan beragam. Asal usulnya dapat ditelusuri hingga ke permainan tradisional di berbagai negara seperti India, Cina, Yunani, dan Jepang. Namun, permainan modern bulu tangkis yang kita kenal sekarang berasal dari India pada abad ke-19. Pada awalnya, permainan ini dikenal dengan sebutan “Poona” karena dimainkan di kota Poona (sekarang Pune).
Kemudian, permainan ini diperkenalkan di Inggris oleh tentara Inggris yang bertugas di India. Nama “badminton” berasal dari nama rumah Duke of Beaufort di Inggris, tempat permainan ini diperkenalkan dengan aturan yang lebih formal.
Bulu tangkis dimainkan oleh dua pemain (tunggal) atau dua slot88 pasangan pemain (ganda), masing-masing berada di sisi lapangan yang berlawanan. Tujuan utama dalam bulu tangkis adalah memukul shuttlecock atau “kok” dengan menggunakan raket agar melewati net dan jatuh di area lawan, mencetak poin.
Teknik pukulan dasar yang dilakukan dengan sisi depan dan belakang raket. Forehand dilakukan dengan sisi tangan yang dominan, sedangkan backhand dengan sisi yang lain.
Bulu tangkis adalah olahraga yang telah mengalami evolusi dari permainan tradisional menjadi olahraga modern yang menarik perhatian jutaan orang di seluruh dunia. Dengan sejarahnya yang kaya, peraturan yang ketat, dan teknik-teknik yang beragam, bulu tangkis terus menjadi tantangan menarik bagi para pemain dan penonton. Dalam permainan ini, kerja keras, dedikasi, dan kemampuan teknis memainkan peran penting dalam mencapai keunggulan.
Di kancah internasional olahraga bulu tangkis, nama Indonesia tak pernah dipandang sebelah mata. Sudah tak terhitung jumlah atlet badminton Tanah Air yang menjadi juara dunia, mulai dari Christian Hadinata, Susi Susanti, Liliyana Natsir, hingga yang teranyar adalah Gerysia Polii dan Apriani Rahayu yang berhasil mencapai babak final nomor ganda putri di Olimpiade Tokyo 2021.
Sementara di Indonesia, perkembangan olahraga bulu tangkis bisa dibilang dimulai pada 5 Mei 1951 ketika Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menggelar pertemuan, yang kemudian dikenal sebagai kongres pertamanya. Kongres di Bandung ini sekaligus memilih Ketua Umum pertama PBSI, Rochdi Partaatmadja.
Federasi bulu tangkis dunia atau Badminton World Federation (BWF) mengatur segala hal yang berhubungan dengan permainan tepok bulu ini, baik untuk pertandingan kategori individu maupun beregu. BWF juga mengatur mulai dari kriteria penggunaan shuttle kok, panjang dan lebar lapangan, hingga aturan teknis terkait dengan jalannya pertandingan itu sendiri.
Selama ini mungkin Anda menyaksikan maupun bermain olahraga bulu tangkis tanpa menyadari aturan ini. Nah, sekarang saatnya untuk lebih memahaminya!
