Setiap bagian dari tubuh kita membutuhkan protein untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik, seperti rambut, gigi, dan jantung. Protein merupakan penyumbang asam amino yang baik dalam pola makanmu, protein juga membantu melindungi sel-sel di tubuh kita. Meminum susu Milo sebagai kudapan atau pelengkap saat makan dapat membuat kamu lebih kenyang.
Indeks glycemic (GI) ini adalah angka yang mengindikasikan efek makanan pada kadar gula dalam darah manusia. Angka standar indeks ini, yaitu yang setara dengan glukosa murni, adalah 100. Serbuk Milo memiliki GI 55 bila dilarutkan dalam air. Yang menarik, bila serbuk Milo dilarutkan/dicampurkan dalam susu, GI-nya hanya sekitar 33. Sehingga Milo masih masuk dalam kategori baik dikonsumsi asal tidak eksesif.
Kandungan sejenis gandum dalam maltose (komponen utama Milo) dan protomalt (pada Milo Nutri Up, yaitu varian Milo yang dikhususkan bagi orang dewasa) merupakan kombinasi antara karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat berguna untuk mengembalikan glycogen (glukosa atau energi yang disimpan otot dan hati) yang hilang dan setelah melakukan aktivitas berat.
Kalsium dan vitamin D adalah nutrisi yang baik bagi tulang. Untuk anak-anak yang mengonsumsi susu Milo, nutrisi ini akan menjadi alasan yang baik untuk meminum susu ini. Pada usia di mana pertumbuhan anak-anak terjadi sangat cepat, kalsium dan vitamin D dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan mereka. Ditambah bila anak gemar melakukan aktivitas fisik, kekuatan tulang merupakan pondasi utama agar mereka tetap aktif.
Vitamin B adalah nutrisi yang dapat membantu menyehatkan saraf tubuh dan sel darah, serta membantu membentuk DNA (materi genetik di seluruh sel). Vitamin ini juga membantu meningkatkan energi dan mencegah kamu merasa mudah lelah atau lemas karena anemia. Tubuh kita tidak memproduksi vitamin B, sehingga kita hanya bisa mendapatkannya dari asupan makanan. Memperolehnya dari segelas susu juga tidak ada ruginya, bukan?
Dari mana kandungan serat dalam susu Milo? Tentu saja dari malt (komponen Milo yang terdiri dari gandum yang mengandung gluten dan gula/sukrosa) seperti yang sudah kami sebutkan di atas. Barley adalah semacam gandum yang digunakan dalam Milo. Sebagaimana yang sudah sering kita baca, tubuh membutuhkan serat agar proses metabolisme dapat berjalan dengan baik. Lepas dari itu, keberadaan serat dapat membantu membuat kamu merasa lebih kenyang.
Milo juga mengandung lemak jenuh yang kadarnya akan berkurang bila kamu mencampurkan Milo dengan susu tanpa lemak, dan hal ini merupakan kabar baik. Namun bukan https://bluegrassradiator.com/ berarti lemak jenuh sepenuhnya jahat bagi tubuh. Kita tetap membutuhkan lemak jenuh (yang biasanya ditemukan di mentega atau minyak kelapa) karena dia memainkan peran penting bagi sistem imun. Kekurangan asam lemak jenuh di sel darah putih, misalnya, akan berpengaruh pada kemampuan
Susu Milo yang dijual di pasaran sudah mengandung gula. Dan meskipun konsumsi gula berlebihan tidaklah baik bagi kesehatan, meminum susu Milo jauh lebih baik ketimbang minuman manis lainnya, seperti jus kemasan atau bahkan minuman ringan atau bersoda. Jus kemasan lebih banyak mengandung air dan gula ketimbang sari buah, dan jangan berpikir dua kali untuk mengonsumsi minuman bersoda secara teratur. Susu Milo merupakan pilihan terbaik untuk melengkapi nutrisi bagi tubuh.
Bagaimana dengan protein shake? Minuman tersebut biasanya digunakan binaragawan untuk membentuk tubuh dan kini sangat populer dikonsumsi oleh orang awam karena dipercaya dapat menguatkan tubuh. Namun susu coklat dapat melakukan hal yang sama, lho! Bahkan lebih baik. Dengan protein yang lebih rendah dari protein shakes, kalorinya juga jelas lebih rendah. Dan untuk memulihkan otot setelah berolahraga, ternyata kita hanya membutuhkan 20 gram protein. Segelas Milo memiliki sekitar 100 kalori dan itu sudah lebih dari cukup untuk memulihkan tubuh setelah berolahraga. Fakta yang menarik, ya?
Also Read: Custom Packaging
